SELAMAT DATANG PARA BINTANG, SELAMAT MEMBACA DAN MENJELAJAH

February 02, 2017

TUGAS KULIAH : Askep Kebutuhan Cairan Elektrolit dan Darah

Askep Kebutuhan Cairan Elektrolit dan Darah
A.      PENGKAJIAN

Riwayat Keperawatan
a.  Identitas klien
b.  Intake dan output cairan
-   Intake meliputi : semua cairan yg masuk secara oral dan intravena, naogastrik dan nasointestinal.
-   Output : urin, insensibel water loss, drainase.

1. Uraikan kebiasaan bekemih;
2. Apakah ada perubahan baik dalam jumlah maupun.frekuensi;
3. Bagaimana karakteristik urin
4. Apakah tubuh banyak mengeluarkan cairan, bila ya, melalui apa? Muntah, diare, keringat.


Rata-rata asupan dan kehilangan cairan normal perhari untuk orang dewasa
Asupan
Kehilangan
Hasil metabolisme :               300 ml
Masukan per oral   : 1100 – 1400 ml
Makanan                :   800 – 1000 ml  
Ginjal                       :1200 – 1500 ml
Kulit                         :    500 – 600 ml
Paru                          :              400 ml
Sal GI                       :    100 – 200 ml
Total                      : 2200 – 2700 ml
Total                         :  2200 – 2700 ml
c. Evaluasi status hidrasi klien meliputi adanya edema, rasa haus yang berlebihan, kering pada membran mukosa.
d. Apakah klien sedang dalam proses penyakit yang dapat mengganggu keseimbangan cairan dan elektrolit : DM, Kanker, Luka Bakar
e. Riwayat pengobatan yang dapat mengancam gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit

2. PEMERIKSAAN FISIK
 Integumen : turgor kulit, edeme, kelemahan otot, sensasi rasa.
- Kardiovaskuler : distensi vena jugularis, tekanan darah dan bunyi jantung.
- Mata : cekung, air mata kering.
- Neurologi : reflek, gangguan motorik dan sensorik, tingkat kesadaran.
- Gastrointestinal : mukosa mulut kering, mulut, lidah, bising usus.

Tanda-tanda klinis dehidrasi

Tanda/gejala
Dehidrasi ringan
Dehidrasi sedang
Dehidrasi berat
Tingkat kesadaran
Sadar
letargi
Pre koma
Capillary Refill
2 detik
2 – 4 detik
Lebih 4 detik, akral dingin
Membrane mucus
Normal
Kering
Kering, pecah-pecah
Tears
Normal
berkurang
Tidak ada
Denyut jantung

Meningkat
Meningkat tinggi
RR
Normal
meningkat
Meningkat dan hiperpnea
Td
Normal
Normal tapi hipotensi bila bangun
Menurun
Pulsa / nadi
Normal
Terpalpasi lemah
Dalam, tdk terpalpasi.

3. PEMERIKSAAN LABORATORIUM
1.  Pemeriksaan darah lengkap meliputi Haematokrit Ht dan Haemoglobin.
2.  Pemeriksaan serum elektrolit : Kadar kalium, natrium, klorida dan ion bikarbonat.
3.  Ph dan berat jenis urine : ph normal : 4,5 – 8  dan Bj 1.003 – 1.030
4.  Analisa gas darah: 60

B. DIAGNOSA KEPERAWATAN

Lingkup diagnosa utama:
·   Perubahan volume cairan: kelebihan.
·   Perubahan volume cairan: potensial kekerungan
·   Perubahan volume cairan: actual kekurangan.

C. PERENCANAAN DAN IMPLEMENTASI
Tujuan
1.   mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit
2.   mengurangi overload
3.   mempertahankan berat jenis dalam batas normal.
4.   Menunjukkan prilaku yang dapat meningkatkan keseimbangan cairan dan elektrolit
5.   Mencegah komplikasi akiabt pemberian terapi.

Kriteria hasil:
·    Turgor kulit elastis.
·    Membran mukosa mulut lembab.
·    Kelopak mata tidak cekung.
·    BB stabil.
·    Tidak ada keluhan mual,muntah
·    Frekuensi b a b kurang dari 4 kali, konsistensi lembek

D.      INTERVENSaI
A. Kekurangan Volume Cairan
1.  Kaji status hidrasi: kelopak mata, turgor kulit, membrane mukosa mulut
2.  Kaji dan pantau pengeluaran urin dan pemasukan cairan
3.  Kaji pemahaman klien tentang perlunya mempertahankan hidrasi serta metode mempertahankan intake cairan.
4.  Kaji minuman yang disukai dan tidak disukai.
5.  Anjurkan klien membuat buku catatan yg berisi asupan cairan, haluran urin dan BB harian.
6.  Timbang BB setiap hari: penurnan 2–4 % dehidrasi ringan; 5–9 % dehidrasi sedang.
7.  Hindari minuman yang bersifat deuretik: kopi, teh.
8.  Berikan cairan dan elektrolit sesuai program (oralit,cairan parenteral bila ada indikasi)
9.  Monitor hasil laboratorium: elektrolit, Ht, Albumin serum
10.Monitor tanda-tanda vital
11.Monitor intake dan output cairan
12. Pemberian terapi intra vena

B.Kelebihan Cairan dan Volume
1.  Identifikasi factor penyebab (kelebihan asupan natium, asupan protein yg tdk adekut, stasis vena).
2.  Catat I dan O cairan setiap hari.
3.  Batasi asupan natrium
4.  Anjurkan klien melakukan aktivitas horizontal (meninggikan kaki, dan aktivitas vertical berdiri dengan kaki bergantian, hindari menyilangkan kaki.
5.  Letakkan ekstremitas yg edema lebih tinggi dari jantung.
6.  Pada pasien immobilisasi :ubah posisi setia 2 jam , lakukan ROM.
7.  Pada klien ang edema berat, timbang bb setiap hari.

E. EVALUASI
a. Output urine seimbang dengan intake cairan.
b. Karakteristik urine menunjukan fungsi ginjal baik.
c. Pasien mengkonsumsi cairan sesuai program