SELAMAT DATANG PARA BINTANG, SELAMAT MEMBACA DAN MENJELAJAH

February 11, 2017

PUISI : Sang Badut Lelucon



Wajah langit berubah
kembali berubah, gelap
Tiada aneh, memang
hanya seorang badut lelucon
menatap langit seorang diri
sungguh hening, memang

Bulan tersipu malu
tampak wajah sang ratu
dari planet yang penuh keserakahan
badut lelucon termenung, sendiri
dalam kehampaan pelukan sang malam
Tiada aneh, memang

Malam semakin tenggelam
kembali berubah, pekat
sedikit aneh, ganjalan jiwa
sang badut lelucon menangis, lho ?
tersirat tanya, mengapa ?
ini aneh, sungguh aneh

Badut lelucon, menangis
meratap diri yang hina, bahan tertawa
membuat diri sekonyol mungkin
uang, kasih sayang, kehidupan
sebuah pengorbanan, memang
ini aneh, sungguh aneh

Kasihan. . . 
badut lelucon yang malang
jelek, hina, tiada guna
hanya sampah, yang terbuang
aneh, sungguh aneh
faktaku, ya aku
akulah sang badut itu
Menangis dalam hening yang teriris