SELAMAT DATANG PARA BINTANG, SELAMAT MEMBACA DAN MENJELAJAH

January 19, 2017

TUGAS KULIAH : Makalah Mengatasi Kelangkaan Sumber Daya ( BBM )



BAB I
PENDAHULUAN
1.1    Latar belakang
Sumber Daya Alam merupakan sumber yang esensial bagi kelangsungan hidup manusia. Dimana semua kebutuhan manusia sangat bergantung pada persediaan alam. Bila terjadi kelangkaan sumber daya alam maka akan sangat berdampak besar terhadap kelangsungan umat manusia di muka bumi.
Begitu juga dalam perekonomian, kelangkaan sumber daya alam juga  berpengaruh  terhadap perekonomian. Pada dasarnya prinsip umum dalam ekonomi adalah bagaimana memenuhi kebutuhan manusia yang tak terbatas dengan ketersediaan sumber daya yang terbatas. Dalam ekonomi kelangkaan sumber daya alam itu adlah salah satu faktor utama dalam kajian ekonomi yang berwawasan lingkungan. Oleh karena itu perlu adanya pengelolaan sumber daya alam yang arif dan bijaksana, agar ketersediaannya tetap ada atau tetap lestari untuk memenuhi kebutuhan manusia sekarang maupun generasi manusia yang akan datang.
Dalam masalah kelangkaan tersebut, manusia dituntut untuk mencari cara agar selalu kebutuhannya terpenuhi tetapi tidak merusak alam bahkan dituntut untuk menjaga kelestariannya. Didalam makalah ini terdapat uapaya yang dapat diterapkan oleh pembaca untuk dapat mengatasi kelangkaan SDA khususnya BBM, mengambil manfaatnya agar dapat memenuhi kebutuhan manusia tetapi tidak sampai merusaknya.

1.2  Rumusan Masalah
1.2.1        Apa yang dimaksud dengan kelangkaan sumber daya alam ?
1.2.2        Apa penyebab  terjadinya kelangkaan sumber daya alam ?
1.2.3        Faktor apa saja yang menjadi penyebab kelangkaan BBM di Indonesia
1.2.4        Dampak apa sajakah yang akan terjadi terhadap perekonomian bila kelangkaan terjadi ?
1.2.5        Solusi apa yang dapat mengatasi kelangkaan sumber daya alam ?
1.2.6        Apa peran pemerintah dalam mengatasi kelangkaan BBM ?

1.3  Tujuan
1.3.1        Mendeskripsikan pengertian kelangkaan sumber daya alam
1.3.2        Menguraikan penyebab terjadinya kelangkaan sumber daya alam
1.3.3        Menguraikan penyebab kelangkaan BBM di Indonesia
1.3.4        Menjelaskan dampak kelangkaan sda terhadap perekonomian
1.3.5        Menjelaskan cara mengatasi kelangkaan SDA
1.3.6        Menjelaskan peranan pemerintah dalam mengatasi kelangkaan BBM



BAB II
PEMBAHASAN

2.1    Pengertian Kelangkaan Sumber Daya Alam
Kelangkaan adalah kondisi dimana kita tak mempunyai cukup sumber untuk memenuhi semua kebutuhan kita. Dengan kata lain, jumlah kebutuhan lebih banyak daripada jumlah barang dan jasa yang tersedia.
Sumber daya alam ( SDA ) ialah segala sesuatu yang berasal dari alam yang digunakan untu memenuhi kebutuhan hidup manusia. Yang tergolong didalamnya tidak hanya komponen biotik seperti hewan, tumbuhan dan mikroorganisme tetapi juga komponen abiotik seperti minyak bumi, gas alam berbagai jenis logam, air dan tanah.

Kelangkaan Sumber Daya Alam adalah suatu bentuk ketidakseimbangan antara kebutuhan sumber daya dengan alat pemenuhan kebutuhan tersebut.

2.2    Penyebab Terjadinya Kelangkaan Sumber Daya Alam.
                Ada beberapa penyebab terjadinya  kelangkaan sumber daya alam diantaranya sebagai berikut.
1.      Pertumbuhan penduduk yang sangat cepat.
Jumlah penduduk adalah salah satu faktor terjadinya penyebeb kelangkaan, karena jika pertumbuhan penduduk meningkat maka jumlah kebutuhan juga pasti akan meningkat. Sedangkan seperti yang telah dijelaskan di  atas,  dimana jumlah alat pemuas kebutuhan hanya terbatas untuk memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas.


2.      Sifat kesarakahan manusia.
Seperti dikatakan oleh pemimpin India Mahatma Ghandi, “Sumber daya alam yang ada cukup untuk kebutuhan setiap orang, tetapi tidak cukup untuk kerakusan setiap orang.” Itulah mengapa manusia dapat dibilang tak ada puasnya dalam memenuhi setiap keinginannya. Karena sifat  keserakahan ini menyebabkan terjadinya adanya eksploitasi besar-besaran dimana untuk mendapatkan keuntungan yang besar.
3.      Keterbasan kemampuan produksi.
Produksi adalah kegiatan mengkombinasikan faktor produksi untuk menciptakan atau menambah nilai guna barang. Dalam hal ini, perkembangan  teknologi mnjadi faktor yang mempengaruhi faktor produksi. Perkembangan teknologi di negara maju berlangsung cepat, semntara perkembangan teknologi di negara berkembang lebih lambat daripada perkembangan kebutuhan barang dan jasa.
4.      Bencana alam.
Bencana alam merupakan faktor alam yang berpengaruh terhadap pemenuhan kebutuhan hidup. Kerusakan yang ditimbulakn bencana alam berpengaruh terhadapkelangsungan hidup manusia. Sebagai contoh : bencana banjir yang mengganggu distribusi barang dan jasa, akibatnya masyarakat tidak segera mengkonsumsi barang dan jasa.
5.      Letak geografis yang berbeda.
Persebaran sumber daya penjuru dunia dunia tidak merata. Ada yang daerah tanahnya subur dan ada yang yang akan tambang. Namun sebaliknya ada daerahnya tandus  dan kekurangan air. Perbedaan ini menyebabkan kelangkaan.
2.3    Penyebab Kelangkaan BBM di Indonesia

1.    Dari sisi teknis, kelangkaan BBM terjadi karena penjual BBM bersubsidi berkurang sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan lokal dan nasional. Berkurangnya supply BBM disebabkan adanya program konversi minyak tanah ke gas LPG dan terjadinya goncangan harga minyak dunia. Dan masalah ini menyebabkan meningkatnya harga minyak dunia sebesar 40% hanya dalam waktu empat bulan, dan menyebabkan kemampuan finansial Pertamina mengimpor minyak mentah dan BBM menjadi sangat terbatas.  Akibatnya Pertamina tidak dapat memenuhi kebutuhan kilang minyaknya yang berdampak pada berkurangnya pasokan BBM.

2.    Dari faktor spekulatif yang berasal dari dalam negeri dan luar negeri. Di dalam negeri adanya BBM bersubsidi dan BBM tidak bersubsidi untuk industri menyebabkan disparitas harga. Misalnya berdasarkan harga yang ditetapkan Pertamina tanggal 15 Desember 2007 untuk wilayah I, harga solar bersubsidi Rp 4.300 per liter sedangkan harga solar non subsidi mencapai Rp 8.235 per liter. Perbedaan harga ini menyebabkan terjadinya pasar gelap BBM. Sehingga sebagian pasokan BBM untuk masyarakat pada tahap distribusi diselewengkan ke industri, apalagi tingkat kenaikan harga BBM non subsidi pada Desember ini mencapai 21% lebih. Jadi kebijakan pemerintah menghapuskan sebagian subsidi memiliki dampak buruk yakni ekonomi gelap.

3.    Dari faktor politik ekonomi sangat menentukan penguasaan dan harga minyak dunia. Faktor ini pula yang menyebabkan spekulasi lokal dan internasional, dan supply yang tidak berimbang di tingkat nasional. Di Indonesia sejak Orde Baru pemerintah telah meliberalisasi sektor hulu (upstream) migas sehingga hampir 90% produksi minyak Indonesia dikuasai. Undang-Undang Penanaman Modal tidak membedakan lagi kedudukan investor dalam negeri dengan investor asing dan hampir semua sektor perekonomian dibuka untuk investor asing kecuali sektor-sektor yang tidak memberikan keuntungan. Dengan diundangkannya Undang-Undang Penanaman Modal arus liberalisasi semakin kuat. Liberalisasi khususnya terjadi pada sektor-sektor strategis dan memberikan keuntungan besar seperti sektor hilir migas. Karenanya pemerintah sangat berkepentingan menaikkan harga BBM sehingga margin keuntungan bisnis hilir BBM semakin tinggi. Margin keuntungan yang tinggi inilah yang diharapkan pemerintah dapat memberikan daya tarik besar kepada investor asing. Jadi tidak benar alasan pemerintah mengurangi subsidi untuk menghemat anggaran.

 2.4    Dampak Kelangkaan Sumber Daya Alam Terhadap Perekonomian.
Terjadinya kelangkaan sumber daya alam mempunyai dampak terhadap perekonomian. Di bawah ini beberapa dampak terhadap perekonomian.
1.      Tingkat produksi yang menurun.
Di dalam sistem produksi alam sebagai input produksi. Semakin besar sumberdaya alam maka akan berpengaruh pula pada cadangan / bahan mentah yang akan diproduksi. Sebaliknya, jika sumber daya alam semakin berkurang/langka maka hasil produksi juga semakin sedikit.
2.      Menurunnya pendapatan masyarakat.
Hal ini juga terkait pada tingkat produksi di atas. Jika dalam perusahaan mengalami tingkat produksi turun, secara otomatis tenaga kerja yang dibutuhkan juga sedikit, sehingga akan terjadi pemberhentian tenaga keja(PHK). Hal ini mengakibatkan terjadinya pengangguran atau turunnya pendapatan masyarakat.
3.      Naiknya harga- harga .
Sumber daya alam yang langka mempengaruhi tingkat produksi, sehingga jika sumber daya alam tersedia sedikit, maka tersedianya barang yang diproduksi juga sedikit. Hal ini menimbulkan pada harga barang yang diproduksi tersebut. Kenaikan harga karena yang diproduksi hanya sedikit. Atau dengan kata lain permintaan lebih besar dari pada penawaran.
2.5    Cara Mengatasi Kelangkaan Sumber Daya Alam.
1.      Eksplorasi dan Penemuan
Cara eksplorasi ini dilakukan untukuntuk memeperoleh sumbr daya yang baru yang belum diketahui dan atau yangpernh digali sebelumnya. Penemuan sumber daya baru memungkinkan ketersediaan sumber daya yang relatif tersebut meningkat. Namun demikian , pada dasrnya terjadi pula proses berkurangnya stok atau deposit yang tersedia di alam. Dalm cara  ini bukanlah cara yang terbaik untuk mengatasi kelangkaan sumber daya alam karena  hanya bersifat jangka pendek atu hanya untuk pada habisnya sumber daya yang tidak dapat diperbaharui.
2.      Kemajuan teknologi.
Kemajuan teknologi memungkinkan untuk bisa mengurangi biaya ekstraksi sumber daya denganmenemukan cara-cara baru yang lebih efien dalam mengekstrak,mengolah, memproses, dan menggunakan sumber daya.dengan sendirinya tingkat dan jenis atau tipe teknologi yang dikembangkan disesuaikan dengan tingkat kelangkaan daya dengan kemungkinan menekan biaya eksplorasi.
3.      Penggunaan substitusi.
Dalam hal ini sumber daya yang berlimpah dimanfaatkun untuk substitusi sumber daya yang langka.semakinmudah proses substitusisumber daya yang diperbaharuiatau sumber daya yang tidak dapatdiperbaharuiyang melimpah, maka semakin kecil dampaknya terhadap proses terjadinya kelangkaan atau berkurangnya ketersediaan sumber dayaserta kenaikan biaya. Missal penggunaan bioenergi sbagai substitusi dari BBM.
4.      Pemanfaatan kembali dan daur ulang.
Pemanfaatan kembali adlah penggunaan kembali barang-barang yang tidak dipakai lagi oleh produsen atau konsumen tertentu, tetapi karena masih layak dan berfungsi, masih bisa diguanakan lagi oleh konsumen lainya.  Contoh sebuah computer yang sudah tidak layak pakai bagi perusahaan tersebut, namun karena masih bisa di pakai bagi konsumen lain misalkan saja warnet, maka perusahan dpat menjulanya kembali kepada pemilik warnet itu.
Daur ulang adalah perubahan dan proses kembali dari bahan limbah atau residu dari sector produksi dan konsumsi dari suatu system ekonomi ke dalam barang-barang sekunder. Lalu produk ini masuk ke proses produksi sebagai input dalam pabrik untuk barang perentara atau barang akhir. Contohnya adalah tas yang terbuat dari plastic yang sudah di buang atau sudah tidak dipakai lagi.
2.6    Peranan Pemerintah Dalam Mengatasi Kelangkaan BBM
Dengan politik ekonomi yang bertumpu pada liberalisasinya Kapitalisme, sesungguhnya pemerintah telah memantapkan konsep laissez faire-nya Adam Smith dalam urusan publik. Konsep ini mengharuskan urusan publik diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar (swasta dan asing) tanpa campur tangan pemerintah. Setiap orang menurut Adam Smith harus diberikan kebebasan berproduksi dan berusaha, bila dibatasi berarti melanggar hak asasi manusia.
Konteks politik ekonomi Laissez Faire yang diterapkan pemerintah, menjadikan pemerintah memandang permasalahan pertumbuhan ekonomi sebagai permasalahan utama dibandingkan permasalahan kemiskinan, pengangguran, pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat, dan pemerataan kesejahteraan. Politik ekonomi ini menempatkan aspek material lebih tinggi dibandingkan aspek kemanusiaan, sehingga tidaklah aneh masalah peningkatan produksi dan distribusi BBM dengan cara menarik investor asing lebih diperhatikan pemerintah dibandingkan masalah mahal dan langkanya harga BBM dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat. Pemerintah lebih memilih menjadi penjaga malam daripada menjadi ibu bagi masyarakat yang senantiasa merawat dan menjaga pemenuhan kebutuhan anak-anaknya. Seorang ibu sangat berkepentingan anak-anaknya tumbuh sehat dan cerdas, memiliki akhlak yang mulia, dan mampu menjadi manusia yang berguna bagi agama. Sementara pemerintah sebagai penjaga malam, pekerjaannya hanya menjaga dan melayani harta para investor.
Politik ekonomi Kapitalis ini juga tidak hanya diterapkan di Indonesia, tetapi hampir seluruh dunia, kecuali di Venezuela dan Bolivia. Di kedua negara ini, pemerintah berperan aktif mengelola ladang-ladang migas negara mereka. Sama dengan di Indonesia di negara-negara anggota OPEC dan non OPEC, pemerintah setempat menyerahkan penguasaan ladang-ladang migas kepada para investor asing. Akibatnya meskipun mayoritas eskportir migas adalah negara-negara berkembang, tetapi keuntungan dan penguasaan perdagangan migas ada di tangan perusahaan-perusahaan multinasional dari Amerika, Inggris, Belanda, dan negara-negara maju lainnya.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kelangkaan sumber daya alam adalah masalah kita manusia sebagai manusia. Perlu adanya kebijakan yang arif dari semua masyarakat dan pemerintah dalam mengolah sumber daya alam yang dimiliki agar kelestariannya tetap terjaga dan anak cucu kita dapat merasakannya juga di hari kelak.
Banyak yang tidak yang belum sadar akan kelanjutan kesimbangan alam. Sehingga melakukan hal-hal yang buruk dengan merusak keseimbangannya hanya demi keuntungan yang ingin diperolehnya. Hal ini perlu di luruskan dalam kesadaran masing-masing manusia betapa pentingnya menjaga lingkungan.
3.2 Saran

Fluktuasi suplai dan harga minyak bumi seharusnya membuat kita sadar bahwa jumlah cadangan minyak yang ada di bumi semakin menipis. Karena minyak bumi adalah bahan bakar yang tidak bisa diperbaharui maka sikap kita adalah harus mulai menghemat bahan minyak bumi.
Tindakan-tindakan kita dalam menghematnya adalah :
a.         Membayar pajak dengan teratur
b.        BBM atau minyak tanah sebijak mungkin
c.         Mencari dan membuat bahan bakar alternatif seperti biogas dari kotoran hewan
d.        Belajar dengan rajin agar kita sebagai penerus bangsa dapat menciptakan mesin yang dapat mengubah minyak bumi menjadi BBM atau minyak tanah
e.         Menggunakan bahan bakar alternatif seperti sel surya yang memanfaatkan cahaya matahari
f.         Mendukung kebijakan pemerintah seperti ditetapkannya hari minggu sebagai hari bebas kendaraan ( Car Free Day )
“ketika kita menebang pohon yang terakhir, mencemari sungai yang tersisa, dan memasak ikan yang terakhir, barulah kita sadar bahwa  kita tidak bisa makan uang”

*Dikutip dan disadur dari beberapa sumber di Internet
Semoga Bermanfaat