SELAMAT DATANG PARA BINTANG, SELAMAT MEMBACA DAN MENJELAJAH

January 19, 2017

Menelusuri Kampung Batik Kaoeman Solo Jawa Tengah

Rabu, 11 Januari 2017
Kunjungan sentra produksi kami selanjutnya adalah kampung batik Kaoeman di Solo, Jawa Tengah. Perpaduan arsitektur jawa dan kolonial menghiasi sepanjang jalan masuk ke kampung batik Kaoeman ini.
Saking menikmati perjalanan kami, kami tidak tahu agenda apa yang akan kami lakukan di kampung batik Kaoeman ini. Semua berjalan sendiri-sendiri.

Sedang asyik menikmati 'keunikan' bangunan di kampung batik Kaoeman, tour guide kami meminta kami untuk masuk di salah satu rumah batik "Gunawan Setiawan".
Perwakilan kelompok diminta untuk masuk kedalam guna mengikuti agenda yang saya sendiri tidak tahu. Sementara perwakilan kelompok masuk kedalam, saya menemui ibu-ibu pembatik berjumlah 4 orang. Sedikit berbahasa jawa, saya mulai belajar cara membatik serta alat-alat apa saja yang diperlukan
"Ini namanya malam, tapi bukan malam yang gelap gulita". Kata seorang ibu yang sedang membatik sambil menunjukkan sebuah benda yang saya pikir sebelumnya itu gula aren. Dengan telaten, saya lihat para ibu membatik dengan penuh keyakinan dan tidak ada sedikit keraguan dalam membuat corak. sedikit sekali missed yang saya temukan.
"Kok tidak ada yang perawan bu'dhe, tua semuanya yang membatik?" Tanya saya. "Yang perawan gak mau bersabar, maunya ndang cepet". Kata salah seorang ibu. Kami pun tertawa.


Setelah puas melihat cara membatik dan juga belajar membuat batik sendiri, maka saatnya saya pamit untuk berkeliling membeli batik sebelum pulang. Berhubung harganya mahal -tak semurah batik di malioboro, hehe- saya tidak jadi membelinya.
Karena saya tidak masuk kedalam, jadi saya tidak tahu apa itu kampung batik koeman, sejarahnya, dsb.
Harap Maklum, hehe