SELAMAT DATANG PARA BINTANG, SELAMAT MEMBACA DAN MENJELAJAH

January 19, 2017

CRISTAL, Salak Pondoh yang Bertransformasi

Selasa, 10 Januari 2017
Dalam keadaan hujan, Kami serombongan berjumlah 3 bus tiba pukul 13.30 WIB di rumah industri pengolahan salak "CRISTAL" milik ibu Sri Sujarwati. Dengan senyum ramah, ibu Sri mengajak kami untuk menyeruput teh dan kopi hangat yang semuanya berasal dari buah salak (kopi dari biji, teh dari kulit salak).
Setelah sedikit berbincang-bincang dengan perwakilan dosen pembimbing, Ibu Sri mempersilahkan perwakilan dari kelompok mahasiswa untuk masuk keruangan yang lumayan besar dan mulai berbicara mengenai pengalaman pribadi serta sejarah awal mula produk "CRISTAL" ini terbentuk.

Home industri pengolahan salak pondoh ini di mulai oleh ibu Sri pada tahun 2010 ketika saat itu abu vulkanik menutupi beberapa wilayah di Sleman, Yogyakarta. Dengan berbekal semangat dan keinginan untuk bangkit dari keterpurukan, ibu Sri mengajak para tetangganya untuk memanfaatkan buah salak, yang tidak hanya untuk dimakan buahnya saja, tapi mengolah beberapa limbahnya agar menghasilkan cita rasa yang berbeda dan berkhasiat untuk kesehatan.
Munculah ide atau gagasan itu dengan membuat buah salak bertransformasi menjadi beberapa turunan, seperti : keripik salak, selai salak, manisan salak, dodol salak, wajik salak, caramel salak, kopi salak, teh salak, dll.

Ibu sujarwati dan suami mengajarkan kami bagaimana mengolah buah salak agar dapat dimanfaatkan, salah satunya adalah cara membuat kripik salak. Salak yang telah disortir kemudian dikupas kulit arinya dan kemudian dipotong-potong. Setelah itu kemudian dicuci dengan air bersih dan ditiriskan sebelum masuk ke vacuum fryer. Setelah digoreng lebih dari satu jam, salak kemudian menjelma menjadi keripik salak dan beratnya susut dari delapan kilogram hanya menjadi satu kilogram saja. Makanya, terbayang dong kalau harganya agak mahal. mengingat prosesnya dan bahan bakunya yang tergolong mahal. Setelah diproses, salak kemudian dikemas dalam plastik khusus dan keripik salak Cristal siap dijual dengan kemasan 50 gram dan 80 gram.
Kopi salaknya juga patut dicoba, karena mengandung antioksidan yang diklaim mampu menurunkan tekanan Darah tinggi (Hypertensi), menurunkan kadar Asam urat dalam tubuh, dan menyembuhkan Diare..
Kopi salak terbuat dari biji salak yang dikeringkan kemudian di sangrai. Setelah itu ditumbuk/digiling untuk mendapatkan bubuk-bubuk kopi. Kemudian disaring untuk mendapatkan bubuk halus yang berkualitas.

Berkat usaha dan kerja kerasnya, pengolahan salak Cristal milik Sri Sujarwati dikenal luas. Salah satunya diundang oleh Kementerian Koperasi dan UKM ke Istana Negara mewakili kelompok Usaha Kecil dan Menegah. Tak hanya itu, perempuan berusia lima puluh tahunan ini juga kerap menerima tamu dari seluruh Indonesia yang tertarik mempelajari usaha pengolahan salak miliknya.

Sebelum kami berpamitan, tak lupa kami membeli oleh-oleh khas Turi ini.
Maknyus.
Berhubung saya tidak paham betul daerah Yogyakarta, mohon maaf alamatnya tidak dicantumkan. Hehe