SELAMAT DATANG PARA BINTANG, SELAMAT MEMBACA DAN MENJELAJAH

December 29, 2016

Personal Hygiene


LAPORAN PENDAHULUAN PERSONAL HYGIENE

A. DEFINISI PERSONAL HYGIENE
Personal hygiene berasal dari bahasa yunani yaitu personal yang artinya perorangan dan hygiene berarrti sehat. Kebersihan seseorang adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang untuk kesejahteraan fisik dan psikis. Personal hygiene adalah suatu tindakan memelihara kebersihan dan kesehatan kulit seseorang untuk awal dalam perlindungan terhadap organisme.
Macam ± macam personal hygiene meliputi :
1. Perawatan kulit kepala dan rambut
2. Perawatan mata
3. Perawatan hidung
4. Perawatan telinga
5. Perawatan kuku kaki dan tangan
6. Perawatan genetalia
7. Perawatan kulit seluruh tubuh
8. Perawatan tubuh secara keseluruhan
9. Perawatan gigi dan mulut


Tujuan dari personal hygiene yaitu sebagai berikut

a. Meningkatkan derajat kesehatan seseorang
b. Memelihara kebersihan diriseseorang
c. Memperbaiki personal hygiene yang kurang
d. Mencegah penyakit
e. Menciptakan keindahan
f. Meningkatkan rasa percaya


B. BEBERAPA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI YAITU :
1. Body image
2. Praktik sosial
3. Status sosial ± ekonomi
4. Pengetahuan
5. Budaya
6. Kebiasaan seseorang
7. Kondisifisik

Dampak yang timbul pada masalah personal hygiene meliputi :
1. Dampak fisik
Banyak gangguan kesehatan yang diderita seseorang karena tidak terpeliharanya kebersihan perorangan dengan baik. Gangguan yang sering timbul adalah gangguan integritas kulit,gangguan membran mukosa mulut, infeksi pada mata dan telinga dan gangguan fisik pada luka.

2. Gangguan psikososial
Masalah sosial yang berhubungan dengan personal hygiene adalah gangguan kebutuhan rasa nyaman, kebutuhan harga diri,aktualisasi diri dan gangguan kebutuhan rasa nyaman, kebutuhan harga, aktualisasi diri dan gangguan interaksisosial.

C. MANIFESTASI KLINIS / TANDA GEJALA
Adapun gejala klinis dari personal hygiene adalah sebagai berikut :
1. Kulit kepala kotor dan rambut kusam, acak-acakan
2. Hidung kotor dan telinga juga kotor
3. Gigi kotor disertai mulut bau
4. Kulit panjang dan tidak terawat
5. Kuku panjang-panjang dan tidak terawat
6. Badan kotor dan pakaian kotor
7. Penampilan tidak rapi

D. ANATOMI DAN FISIOLOGI
Sistem intergumen terdiri atas kulit, lapisan subkutan dibawah kulit dan perlengkapannya seperti kelenjar dan kuku, kulit, lapisan yaitu lapisan epidermis yang terdapat pada bagian atas yang banyak mengandung sel-sel epitel. Sel ± sel epitel ini mudah sekali mengalamiregenerasi .lapisan ini tidak mengandung pembuluh darah. Lapisan dermis yang terdiri atas jaringan otot, saraf folikel rambut dan kelenjar. Pada kulit terdapat 2 kelenjar yaitu :

a. Kelenjar sebasea yang menghasilkan minyak yang disebut sebum yang berfungsi meminyaki kulit dan rambut.
b. Kelenjar serumen yang terdapat dalam telinga yang berfungsi sebagai pelumas dan berwarna coklat.

Lapisan hypodermis atau subkutan terdiri dari pembuluh darah, syaraf, limfa dan jaringan pengikat yang berisi sel lemak.jaringan lemak adalah insulator panas bagi tubuh subkutan juga menjadi pendukung lapisan kulit atas yang menahan stessor dan tekanan tanpa injury. Kaki, tangan dan kuku selalu diperuntukkan untuk memberi perhatian yang khusus untuk mencegah infeksi. Apakah ada luka pada kulit termasuk adakah pertumbuhan atau luka pada kulit bagian atas, bisa nyeri dan pada pasien normal kemampuan berjalan, kuku adalah jaringan epitel yang tumbuh dari akar nail bad, yang terletak dikulit pada nail groove yang disembunyikan oleh fad kulit, disebut euticle, Kuku juga memiliki body nail itu berbentuk area putih disebut lunula di bawah kuku terdapat lapisan epitel disebut nail bed kuku yang normal dan sehat transparan ,lembut dan konveks dengan warna nail bed merah jambu penyakit dapat mempengaruhi bentuk ketebalan dan curvature dari kulit.

E. FOKUS PENGKAJIAN
1. Riwayat keperawatan
a. Keluhan utama
b. Riwayat kesehatan sekarang, apa yang dirasakan sekarang.
c. Riwayat penyakit dahulu, apakah Kemungkinan pasien belum pernah sakit seperti ini atau sudah pernah.
d. Riwayat kesehatan keluarga,meliputi penyakit yang turun temurun atau penyakit tidak menular.

2. Pola pemenuhan KDM menurut
a. Pola oksigenasi : pola nafas, bersihkan jalan nafas, keluhan sesak
b. Pola nutrisi : Asupan nutrisi, pola makan, kecukupan gizi
c. Pola eliminasi : Pola BAK dan BAB, konsistensi feses, warna urine, volume output
d. Pola aktivitas : Meliputi gerakan ( mobilitas ) pasien, aktivitas/ pekerjaan pasien yang dapat mengendorkan otot.
e. Pola aktivitas : Meliputi kebiasaan tidur / istirahat pasien kebiasaan dalam istirahat, waktu istirahat.
f. Pola pakaian : Meliputi memilih baju yang sesuai, berpakaian dan melepas pakaian
g. Pola lingkungan dan mempertahankan temperatur tubuh : Meliputi suhu tubuh, kaji akral(dingin/hangat), warna(kaji adanya sianosis, kemerahan).
h. Pola personal hygiene : Meliputi kebiasaan menjaga kebersihan tubuh dari penampilan yang baik serta melindungi kulit,kebiasaan mandi,gosok
i. gigi, membersihkan genetalia.dll untuk menjaga kesehatan.
j. Pola menghindari bahaya lingkungan dan kebutuhan rasa nyaman
k. Pola komunikasi :Bagaimana berinteraksi dengan orang lain

F. PEMERIKSAAN UMUM
- Keadaan umum - Nadi
- Kesadaran - Suhu
- TD - Pernapasan

G. PEMERIKSAAN FISIK
a. Rambut
1. Keadaan kesuburan rambut
2. Keadaan rambut yang mudah rontok
3. Keadaan rambut yang kusam
4. Keadaan tekstur

b. Kepala
Botak atau alopesia, ketombe, berkutu, adakah eritemia, kebersihan

c. Mata
1. Apakah sklera ikterik
2. Apakah konjungtiva pucat
3. Kebersihan mata
4. Apakah gatal atau mata merah

d. Hidung
1. Adakah pilek
2. Adakah alergi
3. Adakah perubahan penciuman
4. Kebersihan hidung
5. Keadaan membrana mukosa
6. Adakah septum deviasi

e. Mulut
Keadaan mukosa mulut, kelembapan, adanya lesi, kebersihan.

f. Gigi

Adakah kurang gigi, adakah karies, kelengkapan gigi, pertumbuhan, kebersihan.

g. Telinga
Adakah kotoran, adakah lesi, bentuk telinga, adakah infeksi.

h. Kebersihan, adakah lesi,keadaan turgor, warna kulit, suhu, tekstur, pertumbuhan bulu.

i. Kuku

Bentuk, warna, adanya lesi, pertumbuhan.

j. Genetalia
Kebersihan, pertumbuhan rambut pubis, keadaan kulit, keadaan lubang
urethra, keadaan skrotum.

k. Tubuh secara umum
Kebersihan, normal dan keadaan postur.

H. FOKUS INTERVENSI
Intervensi Prioritas NIC
Mandi : Membersihkan tubuh yang berguna untuk relaksasi, kebersihan dan
penyembuhan.
Bantuan perawatan diri, mandi higyene: membantu pasien untuk memenuhi higiene pribadi.

I. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Defisit perawatan diri (makan, mandi/hygiene dan toileting) b.d keterbatasan mobilitas fisik.

J. INTERVENSI KEPUASAN
a. Kaji kembali pola kebersihan
Rasional : untuk mengetahui pola kebersihan diri pasien normal.
b. Jaga kebersihan tempat tidur, selimut bersih dan kencang
Rasional : untuk memberikan rasa nyaman pada pasien.
c. Jaga kulit agar tetap utuh dan kebersihan kulit pasien dengan cara membantu pasien mandi.
Rasional : untuk mengetahui ada inflamasi yang terjadi.
d. Bantu klien dalam kebersihan badan,mulut,rambut dan kuku
Rasional : Untuk mengetahui keadaan mulut bersih,rambut bersih,kuku panjang dan badan bersih/tidak bau.
e. Lakukan pendidikan kesehatan tentang kebersihan mulut, keadaan badan, rambut dan kuku bersih, pentingnya kebersihan.
f. Libatkankan keluarga